saya butuh hasil..

bagaimana dengan perubahan...
juga hasil yang telah kita capai bersama?
bukankah itu yang menjadi tujuan kita..
tak ada guna menanyakan kerja..

jikalau hasil tak didapat..

bagaimana dengan visi..
bagaimana dengan misi...
usaha yang maksimal akan membuahkan hasil..
hasil yang maksimal akan membuahkan manfaat..
manfaat yang banyak akan membuahkan..
senyuman kebahagiaan..

(THE MASTER menimba dari PATTIRO, 24012012)

Kopi untuk kawan

Kopi untuk kawan

Kantuk dingin menjalari
Dihadapan secangkir kopi
Sebatang tembakau tersungging di bibir
Tak ingin rasa ini bergegas lari

Di warkop trotoar
Beratap terpal
Beralas seadanya tikar

Kopi dan tembakau adalah serasi
Bercanda diantara kawan sehati

Intelek ini bergunjing memang
Ssembari menatap langit tak berbintang
Tiada daya mengusir jajaran awan
Tampak pekat menghalang sinar rembulan

Awan gelap milik para petinggi
Enggan pergi tanpa ORI se-peti
Mereka menghantui penduduk pribumi
Rakyat yang menghargai jerih pionir negri

Gelap, petir, angin kuat
Gelaplah keadaan disana
Penghalang kejora terang
Tak pernah mata lima watt ini memandang

Gusar hati ini memang
Bukan hati kami semata
Ribuan hati pemilik asa
Yang menjaga mata tetep terbuka

Dimana pergunjingan tak berujung
Dimana usaha tak hanya tarung
Tenaga, otak, suara jadi satu
sumbang solusi untuk maju

mungkin
langit harap kopi juga tembakau
menggerus awan-awan penutup
mencabut duri busuk lama menusuk

tak khayal terang rembulan perlahan turun
kejora harapan muncul brhambur

silahkan kawan
secangkir kopi sebatang tembakau
untukmu.

Nganggur VS Sibuk





Mahasiswa pada dasarnya dituntut untuk mengembangkan diri mereka saat mereka berada dibangku perkuliahan mengingat mereka adalah generasi penerus pembangunan Negara. Banyak usaha yang dilakukan oleh Negara dan pihak-pihak yang terpanggil untuk bersumbangsih dalam memajukan Negara Indonesia ini. PPA, BBM, beasiswa dari berbagai instansi, lomba-lomba ilmiah adalah salah satunya. Melihat tujuan itu, mahasiswa dapat dikatakan sebagai pelajar yang penuh dengan kesibukan, baik tuntutan dari banyaknya tugas-tugas yang diberi saat kuliah, maupun tuntutan dari organisasi yang mereka geluti yang ditujukan atas pengembangan diri mereka.

Banyak mahasiswa yang bingung mau diisi apa waktunya jika tugas-tugas kuliah telah mereka tunaikan. Mereka yang bingung seperti itu kebanyakan karena kurang berminat mengikuti kegiatan-kegiatan keorganisasian yang diadakan oleh pihak BEM atau UPK yang lain. Alasan yang kerap terdengar adalah bagaimana cara memanajemen waktu antara tugas-tugas kuliah dengan kegiatan-kegiatan UPK di kampus dan juga kegiatan pribadi mereka. Mahasiswa seperti ini sudah merasa sibuk dan maksimal atas semua waktunya. Padahal dilihat dari banyaknya waktu kosong yang terbuang sia-sia, kurang patut jika pemanfaatan waktunya disebut maksimal. Banyak dari mereka, menggunakan waktu-waktu kosongnya dengan pekerjaan yang sebenarnya kurang bermanfaat. Banyak tidur, nonton TV, pacaran, bahkan mungkin pekerjaan yang sangat dilarang terutama oleh agama.

Yang sibuk dengan urusan kegiatan UPK atau kegiatan-kegiatan keorganisasian, tidak jarang merasa bersalah karena telah mengikuti kegiatan itu. Mereka merasa bingung bagaimana cara mengatur waktu antara perkuliahan dan keorganisasian yang telah mereka ikuti. Tahun kuliah yang tambah panjang mungkin terjadi pada kebanyakan aktivis kampus yang mempunyai segudang kegiatan dan agenda diluar perkuliahan. Manajemen diri yang kuranglah yang menjadi kendala dari kedua tipe mahasiswa itu. Mahasiswa yang nganggur karena tugas kuliah usai, merasa takut untuk memiliki kegiatan di luar kuliah karena khawatir tidak bisa mengatur waktunya. Berbeda lagi yang sibuk malah merasa bersalah karena perkuliahannya akan terbengkalai jika aktif dalam suatu organisasi ekstra.

Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur, yaitu sebuah seni dalam mengatur, merencanakan, dan mengelola diri sendiri maupun orang lain. Manajemen diri disini dimaksudkan agar kita lebih bisa mengontrol dan memonitoring kegiatan kita agar sesuai dengan tujuan kita. Waktu antar kegiatan agar tersusun jelas dan teratur untuk memudahkan kita dalam menjalaninya. Dalam memanajemen diri biasanya dimulai dengan peng-agendaan waktu yang telah disusun sesuai dengan kegiatan yang akan dijalani dalam kurun waktu tertentu. Waktu dari tidur sampai akan tidur lagi tercover baik untuk menunggu pelaksanaannya.

Mahasiswa yang waktu luangnya lebih lama, dapat menggunakan waktunya itu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat tanpa adanya beban pengalokasian waktu yang pincang. Sedangkan yang merasa sangat sibuk hingga kadang mengabaikan kegiatan perkuliahan sehingga mempengaruhi kelulusan, dapat merefisi kembali jadwal-jadwalnya agar lebih teratur untuk kemudian melakukannya tanpa ada beban waktu.

Pada dasarnya pengaruh lingkungan juga turut berperan dalam kesadaran untuk memanajemen diri. Kumpulan orang yang senang berhura-hura sedikit sekali waktu yang mereka luangkan untuk kegiatan yang lebih berguna dari kesenanganya itu. Berbeda dengan orang yang sering berkumpul bersama teman-teman yang senang berorganisasi.

Tujuan dari kesemua kegiatan yang di lakukan seorang pembelajar dengan segala aktifitasnya tidak lain untuk mengembangkan diri agar sesuai dengan agama dan dapat berguna dalam kelangsungan pembangunan Indonesia yang tak kunjung usai ini. Semoga generasi penerus dapat memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik-baiknya. (ri)

 
 

About this blog

my stats..

Recent Posts

Facebook Badge

Powered by Blogger.

Followers

About Me

My photo
MADIUN-SEMARANG, Indonesia
bergolongan darah 0 dan berbintang besar..

Blog Archive